
Ki Hadiguno tinggal di Brosot I,Galur,Kulon Progo.Sebagai seorang dalang ia telah mampu mengukir namanya sendiri serta larut dalam pengabdiannya dengan jagad seni tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta.Karirnya diawali sekitar tahun 1893,ketika ia masih berusia 13 tahun.Saat itu ia memperlihatkan bakat dan kemampuannya memainkan wayang.Hal itu tentunya tidak terlepas dari bimbingan orang tuanya,Ki Gondo Atmodjo,yang juga dalang kondang pada zamannya.Kelebihan-kelebihannya adalah menguasai jenis kesenian tradisional,tari-tari kerakyatan, karawitan, dagelan,serta tatah sungging wayang.
Berangkat dari semangat hidupnya,di daerahnya sendiri,Bantul,sekitar tahun 1938 Kimin meraih sukses demi sukses.Selanjutnya ia ke kota-kota lain, seperti Pati (1939),Purworejo,Magelang, dan Jakarta pada tahun 1950-an.Pada zaman pendudukan Jepang Kimin banyak dikenal orang sebagai dalang wayang suluh.Ada penghargaan yang masih melekat dalam ingatannya,yakni dari Komandan Distrik Militer 0731 selaku pembantu pelaksana kuas perang Kabupaten Kulon Progo,Wates,yang diterimanya tanggal 28 September 1968,dan dari Ganasidi Kabupaten Kulon Progo,pada tahun 1974.Karya peninggalan yang masih tercatat ,yang konon pernah dipakai pada masa-masa kejayaannya sebagai dalang,yakni seperangkat kotak wayang beserta isinya,blencong,keprak,cempolo,dan beberapa bilah keris serta benda-benda lain yang dianggapnya keramat.
Demikianlah,seorang seperti Ki Hadiguno memang pantas kita catat kiprah dan pengabdiannya.