|
Taman Budaya Yogyakarta
Jalan Sri Wedani No 1 Yogyakarta
Telp. 0274 523512, 561914 Fax 0274 580771 Kontak Messenger
Statistics
250177 Total visits
129 Visits Today 2 Currently Online |
DATA SENIMAN
![]() Jenis Kelamin : Laki-Laki Tanggal Lahir : 13 November 1954 Alamat : Yogyakarta Website : Email : Kategori : Tari (Seniman Tari Humor) » Klik disini untuk Daftar Karya Didik Nini Thowok Dalam Galeri Keterangan :
Seniman tari humor Didik Hadi Prayitno akrab dengan panggilan Didik Nini Thowok.Popularitas Didik Nini Thowok sebagai seniman tari humor sudah tidak diragukan lagi,baik ditingkat regional maupun nasional.Ini diakui jujur oleh rekan-rekannya sesame seniman tari.Popularitas tersebut ternyata tidak begitu saja diraih oleh Didik Nini Thowok.Tetapi,itu adalah sederetan prestasinya,hasil dari suatu kegigihan,perjuangan dalam pergaulan kehidupannya sebagai seorang seniman tari. Khasanah tari humor di Indonesia identik dengan “nama” Didik Nini Thowok.Atas prestasi keseniannya pula,Mas Didik,begitu ia biasa dipanggil berkesempatan memperkenalkan karya-karya tari humornya serta kemampuannya sebagai seniman tari “mumpuni”,di berbagai Negara Eropa.Ia sejak kecil memang sudah menyukai kegiatan tari.Postur tubuh Mas Didik yang tinggi dan langsing,serta tingkah dan gerak yang luwes dengan pengaruh unsure-unsur feminism,menyebabkan Mas Didik kecil suka menirukan jenis-jenis tarian perempuan. Ketika sampai di tingkat SMA kesadaran Mas Didik bercita-cita menjadi seniman tari semakin kuat.Mas Didik tahun 1974 ke Yogyakarta dan masuk menjadi mahasiswa Akademi Seni Tari Indonesia(ASTI).Ia menguasai berbagai gaya tari tradisional.Ada 2 gaya tari yang kemudian diperdalam,yaitu gaya tari Bali dan gaya tari Cirebonan/topeng Cirebon. Mas Didik mengenal tari humor,sejak ia mendukung tarian karya Bekti Budi Hastuti yang berjudul “Nini Thowok”,dalam rangka persyaratan ujian karya tari bagi mahasiswa ASTI Yogyakarta.Tari Nini Thowok yang bernuansa humor ini,selepas ujian ternyata mendapatkan tanggapan yang cukup baik di masyarakat.Darisinilah kemudian para penarinya menambahkan kata Nini Thowok di belakang nama depannya.Di kemudian hari nama Didik Nini Thowok jauh menunggalkan keduanya rekannya dari segi ketenaran dan popularitasnya.Antara tahun 1974 sampai 1980-an,oleh Mas Didik dianggap sebagaiperiode awal,titik tolak penemuan konsep-konsep tari humor.Unsur feminisme yang ada dalam diri Mas Didik,didukung oleh pebguasaan teknik gerak lemah gemulai yang bersih dan indah,di manfaatkan betul oleh Mas Didik dengan penuh kesadaran. Semasa menjadi mahasiswa ASTI Yogyakarta,Mas Didik termasuk mahasiswa yang menonjol prestasinya.Sempat dinobatkan sebagai mahasisiwa teladan.Prestasi Mas Didik tidak saja dalam penguasaan gaya-gaya tari,lebih dari itu ia juga ahli dalam bidang tat rias dan busana lewat studinya yang mendalam.Pada suatu waktu,Mas Didik harus memilih,apakah tetap berkarier sebagai dosen atau berkarier sebagai seniman ditengah-tengah masyarakat.Dengan penuh ketetapan hati Mas Didik penuh kesadaran resmi mengundurkan diri dari statusnya sebagai Dosen ASTI Yogyakarta.Arah dan tujuannya jelas,bahwa seorang Didik Hadiprayitno,yang secara marketable dikenal sebagai Didik Nini Thowok,ingin menjadi seniman pertunjukan professional yang mandiri. Untuk menampung kegelisahan kreatif serta upaya mengembangkan karier kesenimanannya,tahun 1980 Mas Didik mendirikan Sanggar Tari Natya Lakshita,dan tahun berikutnya (1994) mendirikan Yayasan Didik Nini Thowok.Mas Didik dibantu oleh 25 orang pegawai yang sebagian besar di antaranya adalah juga penari-penari handal. Dalam mengembangkan karier kesenimanannya,Mas Didik sangat terbuka bersinergi dengan cabang kesenian apapun,serta bergaul dengan seniman-seniman dengan latar belakang yang saling berbeda.Atas prestasinya,Mas Didik telah mendapatkan berbagai piagam penghargaan.Diantaranya,penghargaan seni Pemda DIY(1991),Piagam Darma Budayawan(1993) bidang Krida Budaya di Lembaga Kebudayaan Jawi Surakarta,serta penghargaan Komedian Kreatif dari PWI Cabang Yogyakarta(1994).Penghargaan-penghargaan ini adalah bukti bahwa pengabdian,dedikasi dan totalitas menggeluti dunia kesenian secara professional telah diakui masyarakat luas. |
|
|



