AGENDA KEGIATAN          iconrss
 
 
Taman Budaya Yogyakarta
Jalan Sri Wedani No 1 Yogyakarta
Telp. 0274 523512, 561914
Fax 0274 580771


Kontak Messenger
 RGT Sambodo, Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
 Rudi TBY
 Taman Budaya

Statistics
249208 Total visits
324 Visits Today
2 Currently Online
DATA SENIMAN
Nama Kategori
DJAMIN K
« Kembali


Jenis Kelamin :
Laki-Laki

Tanggal Lahir :
12 Desember 1939

Alamat :
Gedong kiwo,Kelurahan Gedong kiwo,Kecamatan Mantri jeron Yogyakarta

Website :

Email :

Kategori :
Musik (seni musik geguritan)

» Klik disini untuk Daftar Karya DJAMIN K Dalam Galeri

Keterangan :

     Djaimin K. lahir di Yogyakarta putra ketiga dari enam bersaudara keluarga Karya Dimedja. Djaimin dilahirkan di Kampung Gedong Kiwo, Kelurahan Gedong Kiwo, Kecamatan Mantri Jeron, Yogyakarta, tahun 1939. Tambahan K di belakang namanya menurutnya  tambahan K bukan pula berarti ikut-ikutan ataupun gagah-gagahan tetapi sekedar pembeda saja diantara sekian banyak nama yang sama yaitu Djaimin adapun K diambil huruf terdepan dari orang tuanya Krama Dimedja.

 

     Djaimin sejak kecil tidak pernah pernah pindah dari Gedong Kiwo, bedanya kalau dahulu Djaimin kecil bersama orangtua dan lima orang saudaranya tinggal disebelah utara jalan, sedangkan sekarang Djaimin dengan istri dan anak tunggalnya menempati rumah mertuanya di sebelah selatan jalan.

 

     Ditemui di ruang tamunya yang terbialang masih sangat sederhana, dengan perabotan sederhana pula Djaimin menceritakan tentang dirinya  dengan terbata-bata.Memang inilah cara djaimin kalau berbicara sering terputus-putus seperti orang gugup namun Djaimin merupakan orang  yang mudah diajak bicara, sederhana dan terbuka.

 

    Sejak kecil djaimin mempunyai kegemaran membaca apa saja buku, majalah,surat kabar dan sebagainya.Pada saat berjalan-jalan yang diperhatikan selalu penjual buku apabila ada yang menarik dan kebetulan di saku ada uang.,pasti beli.djaimin tidak pernah mengenyam pendidikan formal bidang sastra. Berbekal kemauan  dan tekat serta dilandasi gemar membaca,ia mencoba menulis guritan dan dikirim ke majalah dan ternyata dimuatdi Penyebar Semangat tahun .1958.

 

   Sejak itu setiap ada waktu luang selalu digunakan menulis geguritan disamping kesenangan lain yaitu melukis.Karya-karya Djaimin K telah tersebar di majalah-majalah berbahasa jawa seperti  Penyebar semangat, Jaya Baya, Jaka Lodhang, Mekar Sari, PAGAGAN dll. Selain itu majalah-majalah karyanya juga termasuk dalam antologi antara lain: Tembang Kanggo Bumi Kinasih termuat dalam Antologi Cerkak dan Geguritan yang diterbitkan oleh Taman Budaya Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahun 1991 merupakan hasil sayembara penulisan Cerkak dan Geguritan yang di terbitkan oleh Taaman Budaya Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1991 merupakan hasil Sayembara penulisan Cercak dan Geguritan yang diselengarakan tahun 1991.Antologi- antologi yang diterbitkan dalam rangka festifal kesenian Yogyakarta:

   Ing Candi Borobudur dalam antologi Rembulan Padhang Ngayogyakarta tahun 1992. lelakon, Aja Dipancai Kesenenganku Iki, Ing Sunaring Rembulan, Kampung Kalairan, Ransel Tuwa dalam antologi Cakra Menggilingan tahun 1993.

   Komidi kaoripan, sekuter, sikil dalam antologi Panggilon tahun 1994.

   Tangan, Yen Kagagas Mawas, Ing Ayang-ayange Kumlebete Gendera Pusaka, Guritan Pasung, Aku Nempil Kenikmatanmu, Cerita Saka Pesisir, Yen Aku, Asmarandana, Tembange Bocah Kowar, Jakarta dalam antologi tahun Emas sastra jawa tahun 1995.Loro Weteng (Cerkak) dalam antologi pisungsung tahun 1997

 

   Antologi geguritan “Siter Ganding” terbitan lembaga Studi Jawa tahun 1996, sampai saat ini merupakan satu-satunya antologi geguritan  karya Djaimin K. Antologi  itu pulalah yang menghantarkan Djaimin mendapatkan penghargaan sastra jawa tahun 1997 dari Yayasan Kebudayaan Rancage yang dipimpin wartawan senior dan sastrawan, Ajip Rosidi.Djaimin sendiri sebenarnya tidak pernah berangan-angan untuk menerbitkan antologi secara mandiri.

 

    Dalam proses penerbitan antologi Siter Gading  inipun ia tidak banyak terlibat langsung penerbitan ini berawal dari inisiatif Drs.Dhanu Priyo Prabowo peneliti dari Balai Penelitian Bahasa Yogyakarta yang jiga merupakan salah satu pengurus Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta. Sebagai seorang peneliti Mas Dhanu kenal betul dengan bobot-bobot karya geguritan Djaimin K. Mas Dhanu  memintanya untuk mengumpulkan karya-karya yang layak untuk diterbitkan menjadi sebuah antulogis.tahun 1996 terkumpul  2 bendel naskah antologi layak terbit masing-masing di beri judul Siter Gading dan EMBUN.

 

     Dalam proses negoisasi dengan lembaga Studi jawa (LSJ)hingga terbitnya antologi Siter Gading ia mengaku tidak mengetahui secara pasti, meneurutnya semua di urus Mas Dhanu. Satu bendel naskah dengan judul EMBUN sampai sekarang belum dapat terbit,ketika dikonfirmasikan ke LSJ, masih diminta menunggu. Demikianpula dengan penghargaan Rancage, ia mengaku tidak melakukan apa-apa mengenai proses dari awal sampai karyanya terpilih dan mendapatkan Rancage 1997, pengiriman antologi kepada panitia penilai juga dilakukan Mas Dhanu.

 

   Menurut Drs. Dhanu Priyo Prabowo mengapa ia bersedia mengusulkan karya Djaimin k dapat diterbitkan dalam sebuah antologi paling tidak ada dua hal sebagai bahan pertimbangan yaitu:Pertama isi karya Djaimin k mentes, kedua pemahaman tentang kejawen (kebudayaan jawa) kuat, sehingga karya-karyanya mempunyai makna.Menurut pengamat Imam Budhi  Santoso sastrawan Yogyakarta karya-karya Djaimin K. kadang-kadang dalam pengungkapan  kritiknya seakan-akan kurang melalui perenungan yang dalam terkesan otoriter.

 

     Semua tanggapan atas karya-karyanya  diserahkan semuanya pada para pembaca.Ia mengaku semua karyanya merupakan kritik-kritik social terhadap keadaan masyarakat yang berjalan dewasa.Yang menjadi obsesinya adalah menciptakan karya-karya sastra jawa  untuk dibaca oleh pembaca pada zamannya dan generasi mendatanag, bukan disajikan untuk pembaca masa lalu

 

     Kehidupan Djaimin K di hari tua tak seindah dengan karyanya,untuk menghidupi keluarganya Djaimin K harus mengayuh sepeda kurang lebih 10 KM dari rumah ke tempat kerja sebagai pemahat patung dan pelaksana pembuatan taman

 

     Meskipun kehidupan sehari-harinya tidak vseindah karya sastranya yang patut kita hargai adalah semangat berkarya tetap menyala tak pernah padam termakan usia.

 

     Salah vsatu karya termuat dalam Pesta Emas Sastra Jawa Daerah Istimewa YOgyakarta diterbittkan oleh Seksi Sastra Jawa FKY VII bekerja sama dengan Pustaka Pelajar Yogyakarta.