SENI RUPA DAN MASYARAKAT
Perbincangan tentang seni dan masyarakat sangat terkait dengan fungsi, hubungan, komunikasi antara seniman, karya seni denga masyarakat sudah sedemikian lama berlangsung.
Dunia seni rupa adalah panggung yang lengkap dan kompleks dengan para aktornya, seperti galery, kolektor, pencinta seni, manager seni, kurator, kritikus, jurnalis, balai lelang, institusi pendidikan, sponsor, media massa, tukang figura dan spanram, toko material, jasa kemasan, pengiriman karya, dsb. Semua komponen ini adalah faktor penting untuk perkembangan seni rupa.
Dalam waktu yang amat cepat, terjadi pergeseran sikap yang berpengaruh pada pada pasar. Suka maupun tidak suka pasar menghampiri setiap orang. Hiruk pikuk pasar pada akhirnya menjadi sumbu pemicu kehidupan seni rupa yang penuh dinamika.Pada hal persoalan pasar tidak hanya sekedar jula beli, tapi ilmu pemasaran harus benar-benar didipelajari dan mengerti.
Matajendela kali ini difokuskan pada perbincangan seni rupa, seperti artikel Satmoko Budi Santosa " Hiruk pikuk seni rupa di yogyakarta", Artikel M. Agus Burhan, " Perkembangn Fak. Seni Rupa ISI Yogyakarta dan tokoh-tokoh senimannya", Stanilaus Yangni " Arsip ditengah mendemnya kota Yogya", dll.
Sejumlah naskah tersebut secara implisit ataupun eksplisit, menyoal kembali perihal hubungan seni rupa dengan masyarakat dengan berbagai kasus dan perspektif kajian. Matajendela menghadirkan bahan diskusi dan refleksi lebih lanjut. Redaksi.
|