SECARA fungsional pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli. Pertemuan lebih ditujukan untuk membangun kesepakatan mengenai nilai jual suatu komoditi. Karena umumnya bersifat massal, maka pasar menjadi salah satu simpul strategis penopang gerak ekonomi suatu kawasan.
Jenis pasar beragam, dibentuk sesuai keperluan komunitas yang menghidupkannya seperti pasar burung, pasar umum, pasar khusus buah, pasar khusus sayur, pasar khusus sandang, pasar pagi, pasar malam, pasar loak hingga pasar modal dan pasar internasional. Bahkan konon di daerah tertentu ada juga “pasar maling” (pasar pencuri) untuk menyebut pasar loak yang asal barangnya tidak jelas. Ada pula sebutan khusus bagi pasar untuk membedakan lokasinya seperti pasar kampung dan pasar kota. Bahkan menyesuaikan kurun waktu, pasar pun dipilah sebutannya menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
Secara sosial pasar menjadi salah satu agen komunikasi dan informasi. Terutama di pasar tradisional proses terbentuknya kondisi ini sangatlah alamiah karena pasar menjadi tempat berkumpulnya banyak orang dengan bermacam peran, kepentingan dan kebutuhannya. Bahkan acapkali fungsi sosialnya menjadi lebih berperan dibanding fungsinya sebagai wahana komersial. Di pasar Tradisional sering terjadi proses tawar-menawar berlangsung dalam perbincangan-perbincangan lepas yang akrab. Maka jarang ditemui patokan harga mati, label harga yang kaku dan sepihak, karena kesepakatan dicapai melalui dialog langsung.
Suasana khas pasar tradisional di Indonesia menjadi lebih spesifik lagi karena kondisi tropis alamnya dengan dominasi aktvitas agraris masyarakatnya. Selain hubungan personal yang terbuka, alam agraris menciptakan pasar tradisional yang secara fisik juga terbuka. Umumnya para pedagang menggelar begitu saja komoditinya di atas tanah terbuka hanya dengan alas seadanya. Sementara di pasar tradisional yang lebih besar satu pedagang menggunakan satu gubuk kecil, sebagian masyarakat Jawa menyebutnya “brak”, yakni empat tiang bambu atau kayu yang didirikan untuk menyangga atap, biasanya dari bahan anyaman daun kelapa atau bambu, terkadang juga ”rapak” sejenis daun alang-alang dikeringkan lalu disatukan dalam ikatan-ikatan memanjang. Sedangkan di kawasan yang dekat dengan pusat pemerintahan, pasar tradisional berupa “los” atau bangunan tanpa dinding yang umumnya memanjang. Satu los bisa menampung puluhan pedagang. Los biasanya juga dijadikan pemisah jenis dagangan.
Kemeriahan dan kekhasan pasar acapkali menginspirasi kreator-kreator seni dalam berkarya. Pasar tradisional di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya sangat sering dikunjungi mahasiswa yang menuntut ilmu di bidang seni rupa dan fotografi. Bahkan sudah menjadi semacam program wajib bagi mereka untuk menghadirkan pasar tradisional dalam karya-karya tugas kuliah.
Maka, sebagai wujud keperdulian dan itikad ikut memelihara salah satu aset budaya ini, Taman Budaya Yogyakarta akan menggelar replika pasar tradisional dalam event Pasar Kangen Jogja 2012. Event yang merupakan salah satu program unggulan Taman Budaya Yogyakarta tersebut sudah digelar untuk kali yang ke-empat.
Pasar Kangen Jogja 2012 diusahakan akan lebih mendekat lagi pada suasana “tempo doeloe”, “lawasan”, atau anak muda sekarang menyebutnya “jadul”. Justru suasana yang mungkin bagi sebagian orang dianggap sudah usang dan ketinggalan jaman inilah yang akan dibangun dalam Pasar Kangen Jogja 2012, karena tidak mudah bahkan butuh proses serta riset panjang untuk bisa menghadirkan kembali secara fisik masa yang sudah tidak ada.
Jenis dagangan yang disajikan dalam Pasar Kangen Jogja 2012 sangat beragam, mulai dari kuliner lawasan seperti hawug-hawug, thiwul, sengkulun, lopis ketan, lopis legendar, wedang uwuh, cenil, tholpit, arak keling serta sejenisnya. Produk kerajinan berbasis lawasan juga digelar seperti wayang kardus, topeng kayu, boneka disney, cincin akik, kaos motif lawasan dan sebagainya. Perabot bekas pakai yang digelar antara lain kotak perhiasan, arca batu kecil, cermin pigura logam ukir. Bagi pecandu musik lawasan dapat menawar gramaphone lengkap dengan perbagai album musik piringan hitam dan kaset lawasan seperti Koes Plus, Skeeter Davis, Elvis Presley, Bee Gees, Beatles, Ernie Djohan, Rolling Stones, Totok Salmon, Pet Boone, Louis Armstrong, Janis Joplin, Suzie Quatro dan musisi-musisi lain sejamannya.
Untuk lebih dekat lagi dengan nuansa lawasan, para pedagang yang bergabung di arena Pasar Kangen Jogja 2012 sudah sepakat untuk mengenakan busana lawasan pula selama penyelenggaraan. Mereka menginginkan penampilan mereka berbeda dengan pengunjung, dengan harapan pengunjung seperti diajak melintasi lorong waktu memasuki “jaman lawasan”. Terlebih penyelenggaraan event ini berbarengan dengan musim liburan, sehingga wisatawan dapat menikmati suguhan tambahan yang tidak setiap saat bisa dinikmati ketika berkunjung ke Yogyakarta. Harapan penyelenggara, event Pasar Kangen Jogja 2012 ini selain dapat dinikmati wisatawan juga dapat mengobati rasa kangen warga Yogyakarta sendiri dan “eks Yogya” terhadap suasana lawasan. Tentunya pada musim liburan panjang nanti banyak warga “eks Yogya” yang sudah tersebar di seantero Nusantara bahkan hingga mancanegara akan mengajak keluarga maupun kerabatnya untuk “pulang kandang” ke Yogyakarta. Maka diharapkan Pasar Kangen Jogja 2012 dapat menjadi salah satu obat pelepasr rindu mereka pada suasana lama ketika mereka masih tinggal di Yogyakarta.
Masih satu rangkaian dengan event Pasar Kangen Jogja 2012, Taman Budaya Yogyakarta juga menyelenggarakan Pameran Potensi Kampung dan Tonil dengan nama event Tarkam-Tarman 2012 (Antar Kampung, Antar Teman). Event ini lebih ditujukan untuk memberi kesempatan warga kampung unjuk diri memamerkan hasil produk kerajinan, kuliner dan semua potensi yang ada di wilayahnya, termasuk kerukunan dan kegotongroyongannya. Tarkam-Tarman 2012 menampilkan 7 kampung yang ada di wilayah Yogyakarta, yakni Kampung Gemblakan Bawah, Kadipaten Kulon, Kricak Kidul, Nyutran, Pasekan, Sonopakis Kidul dan Terban.
Satu event lagi yang digelar berbarengan dengan Pasar Kangen Jogja 2012 yakni Pentas Seni Tradisi. Kegiatan ini akan mengisi panggung hiburan pada penyelenggaraan Pasar Kangen Jogja 2012, sehingga selain menikmati suasana pasar tradisional pengunjung juga dihibur dengan bermacam-macam seni tradisi yang tumbuh dan berkembang di lingkup wilayah Yogyakarta.
Penyelenggaraan Pasar Kangen Jogja 2012, Tarkam Tarman 2012 dan Pentas Seni Tradisi akan berlangsung mulai Tanggal 19 hingga 24 Juni 2012. Buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 22.00 WIB, di Kompleks Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sriwedani No. 1, Yogyakarta.
Pembukaan event ini akan diselenggarakan pada Selasa 19 Juni 2012, pukul 15.00 WIB oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DIY, Drs GBPH Yudaningrat, MM di Halaman Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sriwedani No. 1, Yogyakarta. Acara pembukaan dimeriahkan oleh “The Legend Troubador” Sujud Kendang. ***
JADWAL PERGELARAN SENI TRADISI
TANGGAL 19 JUNI – 24 JUNI 2012
Di TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA
Selasa 19 Juni 2012
PEMBUKAAN
Pukul 15.30 : Undangan hadir
Pukul 16.00 – 17.30 : Acara Pembukaan
Reog Wayang , Galur Kulon Progo
Pukul 19.00 – 19.30 : Panembromo (Kampung Sono Pakis)
Pukul 19.30 – 20.00 : Musik Lansiados (Kadipaten Kulon)
Rabu 20 Juni 2012
Pukul 13.00 – 14.00 : Cokekan “Laras Irama “ Ngglagah, Kulon Progo
Pukul 14.00 – 16.00 : Jathilan Turonggo Mudo, Kaliabu, Gamping, Sleman
Pukul 16.30 – 17.30 : Angklung (Kampung Gemblakan Bawah)
Pukul 19.00 - 20.00 : Pemutaran Dok TBY
Pukul 20.00 - : Tayub, Bejiharjo, Gunung Kidul
Kamis 21 Juni 2012
Pukul 13.00 – 14.00 : Cokekan, Bejiharjo , Gunung Kidul
Pukul 14.00 – 16.00 : Jathilan Agung Mudho, Gentan, Seyegan, Sleman
Pukul 16.30 – 17.30 :
Pukul 19.00 – 20.00 : Pemutaran Dok TBY
Pukul 20.00 - : Ande2 Lumut , Ngambah, Bantul
Jumat 22 Juni 2012
Pukul 13.00 – 14.00 : Cokekan, Argo Mulyo, Cangkringan,Sleman
Pukul 14.00 – 16.00 : Jathilan Kudo Pramukti, Kradenan, Sri Kayangan, Kulon Progo
Pukul 16.30 – 17.30 : Sanggar Tari Kusuma Aji
Pukul 19.00 – 20.00 : Pemutaran Dok TBY
Pukul 20.00 : Grup Toni Boster
Sabtu 23 Juni 2012
Pukul 13.00 – 14.00 : Cing cing Goling ,Gunung Kidul
Pukul 14.00 – 16.00 : Jathilan Ngesti Turonggo Budoyo, Sinduadi, Mlati, Sleman
Pukul 16.30 – 17.30 : HIMA Tari UNY
Pukul 19.00 – 20.00 : Pemutaran Dok TBY
Pukul 20.00 : Wayang Wong Bangun Budoyo, Kota Gede, Yogyakarta
Minggu 24 Juni 2012
( Gelar Seni 2012 )
Pukul 10.30 – 11.30 : AFC Vokal & Musik
Pukul 12.30 – 13.30 : Pemutaran Dok TBY
Pukul 14.00 – 15.30 : Strek, Kali Bawang, Kulon Progo
Pukul 16.00 – 17.30 : IKPM Sulawesi Selatan
Pukul 20.00 - : Wayang Kulit (Semalam Suntuk)
Dalang : Ki Rusmadi, Kulon Progo