|
Taman Budaya Yogyakarta
Jalan Sri Wedani No 1 Yogyakarta
Telp. 0274 523512, 561914 Fax 0274 580771 Kontak Messenger
Statistics
236979 Total visits
57 Visits Today 3 Currently Online |
Arsipkan pemikiran Budayawan - Seniman
ARSIPKAN PEMIKIRAN BUDAYAWAN - SENIMAN Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kembali akan meluncurkan buku profil Seniman Budayawan Yogyakarta Tahun 2012. Buku direncanakan akan terbit pada pertengahan tahun 2012 ini. Kedepan buku diharapkan bisa menjadi sumber studi seni budaya dan aset bagi pusat dokumentasi seni budaya di Yogyakarta. Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Seni Budaya di Taman BUdaya DRa. Y.Th. Kuswardhani menyatakan buku indi digarap untuk memperbaharui informasi tentang seniman-budayawan Yogyakarta. Sejak tahun 1997 Taman Budaya telah melakukan pendokumentasian secara sederhana dengan memuat biografi, karya dan pemikiran para penggiatan kebudayaan. Seniman dan budayawan yang dimuat juga berasal dari berbagai bidang Seni. Buku profil seniman Budayawan yang akan diterbitkan ini merupakan program kerja ke 11 (sebelas). Untuk tahun ini TBY akan mencetak 500 eksemplar dilengkapi dengan CD sebanyak 500 keping. Nama-nama seniman yang masuk dalam buku seniman budayawan ke 11 yaitui : Alm. Abas CH., Agus Pracoyo, A. Heru Kesowomurti,Bambang Pujaswara,B. Darmanto, Djarkasi Hardjosudarmo Selain itu juga ada Endang Susanti, E. Suharjendro, Jhoni Hendarto, Marwoto Kawer, MM. Widi Pratiwi, nUrcholis, Rachmat Joko Pradopo, Soegiyono MAS, Sun Ardi, Theo Sunu Widodo, A. Tri Geofani, H.Ir. Yuwono Srisuwito, M.M., Z. Teguh Suwarto. Kuswardhani mengakui bahwa proses pendataan memakan waktu lama karena Jogja banyak yang memiliki pelaku seni budaya yang aktif. Untuk itu pendataan profil tersebut dilakukan secara bertahap agar dapat menggali semua pemikiran/potensi pemikirannya para seniman/budayawan tersebut, baik yang bergelut dengan kesenian tradisional maupun kontemporer. Selain itu juga hasil pendataan tersebut juga masih mengalami proses editing dan penataan artistik, serta cetak. Banyak peristiwa dan dinamika yang telah dilakukan seniman tentu akan lenyap tanpa bekas jika tidak ada upaya pendokumentasian, ujarnya.
|
|
|
