Taman Budaya Yogyakarta
Jalan Sri Wedani No 1 Yogyakarta
Telp. 0274 523512, 561914
Fax 0274 580771


Kontak Messenger
 RGT Sambodo, Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
 Rudi TBY
 Taman Budaya

Statistics
237340 Total visits
418 Visits Today
2 Currently Online
Biennale Jogja XI Equator # 1
Sabtu, 26 November 2011 Dibaca : 1832 kali
« Kembali cetak


Jogja National Museum, Jl. Gampingan no. 1, Yogyakarta

Taman Budaya, Jl. Sri Wedani no. 1, Yogyakarta

 

Tentang Biennale Jogja XI/ Equator #1

Biennale Jogja adalah event dua tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 1988 dan kini telah mencapai usianya yang ke 22. Sebagai salah satu event seni rupa yang cukup bergengsi, Biennale Jogja telah menjadi acuan dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Pada Biennale Jogja XI kali ini, Yayasan Biennale Yogyakarta berfokus pada usaha untuk mengorganisir Biennale yang berskala internasional untuk membangun dialog, kerjasama dan kemitraan antarbangsa.

Seri Pertama: Shadow Lines merujuk pada garis imajiner yang membawa orang-orang untuk bersatu, dan sekaligus memisahkan mereka. Shadow Lines juga menyaran pada batasan geo-politis dan penciptaan negara modern di Asia Selatan.

Kurator pameran ini adalah Alia Swastika (Indonesia) dan Suman Gopinath (India). Pameran ini akan menampilkan 40 seniman Indonesia dan India dengan fokus tema “Religiusitas, Spiritualitas dan Kepercayaan”, yang akan menunjukan beragam pendekatan dan cara pandang dalam menyikapi ranah ini dengan interpretasi atas situasi kontemporer mereka, bersumber pada pengalaman personal dan struktur politik di negara tempat mereka hidup.

Seniman-seniman Peserta

Empat puluh seniman, 25 dari Indonesia dan 15 dari India akan mempresentasikan karya-karya yang kontekstual dan merepresentasikan situasi sosial terkini yang melingkupi ruang hidup mereka. Mereka akan menampilkan karya-karya secara individual, kelompok, maupun proyek-proyek seni komunitas untuk membuka dialog antar negara ini. Ke 40 seniman tersebut adalah:

Atul Dodiya, Archana Hande, Anita Dube, Amar Kanwar, N S Harsha, Prabhavati Meppayil, Sreshta Premnath, Pushpamala N, Riyaz Komu, K.P Reji, Sheela Gowda, Shilpa Gupta, Sheba Chhachhi, Sakshi Gupta, Valsan Koorma Kolleri, Setu Legi, Krisna Murti / Jompet Kuswidananto, Arahmaiani, Wedhar Riyadi, Andy Dewantoro, Christine Ay Tjoe, Paul Kadarisman, Albert Yonathan, Akiq AW, Ariadhitya Pramuhendra, Iswanto Hartono, Wimo Ambala Bayang, Tromarama, Octora, Theresia Agustina, Titarubi, RE Hartanto, Nurdian Ichsan, Wiyoga Muhardanto, Erika Ernawan, Melati Suryodarmo, Arya Panjalu, Sara Nuytemans, Ruangrupa, Irwan Ahmett.

 

Beberapa program dan proyek lain yang mengiringi pameran utama yaitu Paralell Events, Festival Equator dengan salah satu proyeknya Garapan Baru Balet Ramayana, seminar, seniman dan kurator bicara, serta proyek-proyek seni komunitas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi website kami: www.biennalejogja.org

 

Biennale Jogja didukung oleh:

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kedutaan Besar India untuk Indonesia and Pusat Kebudayaan India di Jakarta, Sahabat Biennale Jogja, Kawan Sukarelawan, Perusahaan dan Organisasi pendukung lainnya akan diumumkan kemudian.

Partner Media: Ardhia FM, Art Monthly Australia, Biennial Foundation, C-Arts Magazine, GCD FM, Gemma AM, Geronimo FM, Global FM, Harian Jogja, Jiz FM, Jogja Family FM, Jogja TV, Jogjanews.com, KR Radio, Koran Tempo DIY & Jateng, MBS FM, Metro TV, Nafas Art Magazine and Universes In Universe, Pipeline Magazine, Radar Jogja, Radio Bantul, Radio Persatuan, Star Jogja FM, TAKE on art Magazine, UTY FM Medari, U-Magazine, Visual Arts Magazine.

Mengapa Equator?

Tentang Biennale seri Khatulistiwa

Dimulai pada tahun 2011, dalam 10 tahun ke depan Biennale Jogja dalam setiap pelaksanaannya akan berpartner dengan satu negara yang berada di bagian planet bumi 23.27 derajat di atas dan 23.27 derajat di bawah ekuator atau garis khatulistiwa. Dalam dialog antar bangsa ini, Biennale Jogja tidak hanya bekerja dengan seniman individual maupun kelompok, tetapi juga bekerjasama dengan organisasi-organisasi seni baik di Indonesia maupun di negara-negara partner. Sehingga dialog, kerjasama, dan kemitraan yang dirintis akan berkelanjutan dan melahirkan kerjasama-kerjasama baru yang lebih luas. BJ seri khatulistiwa ini akan mengawali perjalanannya ke arah Barat dengan menjumpai India.

India sebagai partner negara pertama untuk mengawali Biennale Jogja seri khatulistiwa dipilih karena sejarah keragaman Indonesia yang selalu berhubungan dengan India yang telah memberi banyak pengaruh pada kebudayaan Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali. Kemiripan dan perbedaan konteks keragaman budaya India dan Indonesia akan memberi warna dan pengalaman tersendiri dalam karya-karya seni rupa yang akan ditampilkan dalam Biennale Jogja XI.

Tentang Tema Religiositas, Spiritualitas dan Kepercayaan

Dalam kerja sama ini, pameran utama Biennale Jogja XI dikuratori oleh Alia Swastika dari Indonesia  akan berpartner dengan Suman Gopinath dari India sebagai ko-kurator. Tema utama yang dipilih kedua kurator ini ialah terkait religiositas, spiritualitas dan kepercayaan. Melalui tema ini, kedua kurator akan mencoba menampilkan situasi terkini pada apa yang terjadi di kedua negara, dan akan sangat menarik melihat bagaimana seniman menginterpretasi dan membangun dialog antara perbedaan teks-teks agama. Tujuannya adalah untuk menunjukan perbedaan cara pandang terhadap praktik-praktik agama dan keyakinan, bukan hanya pada agama-agama besar yang mulai kehilangan gairahnya, namun juga pada agama-agama kecil dan baru serta untuk membangun pemikiran kritis dan analitis terhadap konflik-konflik sosial yang berhubungan dengan agama, keyakinan, dan selanjutnya dengan menampilkan praktik-praktik artistik diharapkan dapat membuka dialog mengenai keyakinan dan keagamaan di masyarakat.

Tentang Side Events Biennale Jogja XI

Pameran utama Biennale Jogja XI tak akan berjalan sendirian. Dalam pelaksanaannya, selain Festival Equator yang berada dalam arahan artistik Joned Suryatmoko, akan ada perhelatan acara lain yakni Parallel Events di bawah koordinasi Aisyah Hilal. Kedua program ini akan berjalan beriringan dengan Pameran Utama BJ XI sehingga masyarakat Yogyakarta secara luas bisa terlibat dan berpartisipasi dalam event penting seni rupa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Panitia BJ XI mengundang pihak-pihak berlatar disiplin beragam untuk menjadi mitra dialog dan/atau mitra kolaborator praktisi seni rupa untuk merancang dan terlibat dalam kegiatan baik di Festival Equator maupun di Parallel Events. Secara umum, mereka mewakili bidang-bidang sosial, ekonomi, kajian ilmu pengetahuan dan teknologi (antropologi, filsafat, geologi, tata ruang, lingkungan hidup, dan lain-lain), hingga kelompok minat tertentu (fotografi, film, pelesir, dan sebagainya).

Selain itu, program lain yang mengiringi perhelatan BJ XI adalah: Seminar, Seniman dan Kurator Bicara, Workshop, pemberian Lifetime Achievement Awards dan penghargaan untuk perancang terbaik Program Parallel Events. Untuk mengembangkan minat dan bakat dalam berorganisasi BJ mengadakan program Magang dan Sukarelawan.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Biennale Jogja XI akan berlangsung pada tanggal 26 November 2011 – 8 Januari 2012. Masyarakat dapat mengakses karya-karya itu di Jogja National Museum, Taman Budaya Yogyakarta dan di lokasi-lokasi lain di wilayah geografis Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, baik di kotamadya maupun di ke 4 kabupaten lainnya.

Penyelenggara dan Pendukung

Biennale Jogja XI diselenggarakan oleh Yayasan Biennale Yogyakarta, didukung oleh Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kedutaan Besar India untuk Indonesia, Pusat Kebudayaan India di Jakarta, Sahabat Biennale dan Kawan Sukarelawan. Pendukung lainnya akan kami umumkan kemudian.

Pendukung Venue Utama:

Taman Budaya Yogyakarta, Jogja National Museum

Kontak:

Elga Ayudi

Email: marketing-pr@biennalejogja.org

Mobile : +62 (0) 81328499008


KOMENTAR PEMBACA
1. MEISKWIM (k2aga@wp.pl)
Kamis, 23 Mei 2013 11:14:30
viagra fuudq new york car insurance focyh online colleges 8-DD Utah auto insurance quotes dgof cheap car insurance :-[ online viagra =-PP
2. PMZCMUYFIMDONWKZLKW (shsjsym@126.com)
Jumat, 17 Mei 2013 23:15:40
Cialis 10210 prednisone dsk viagra pojio levitra gya cheapest car insurance %-P cheap car insurance 0370 order viagra gldyuy
3. RNDSEFBDHPKUAEZFNY (csds.prehistory@libero.it)
Jumat, 17 Mei 2013 23:15:37
car insurance quote >:-[ buy pfizer viagra 304 free car insurance quotes 125 buy viagra zsr cialis 9036 florida auto insurance 193
4. NVFASWGTYGPMIOZ (p.tieprac@mail.ca)
Kamis, 9 Mei 2013 07:28:11
car insurance quotes iyd car insurance ugf viagra without a prescription 94870 car insurance rates 12304 cheap car insurance :((( Cialis ytm viagra 565
5. OFLOLVSBHCFUUVYD (tom@tom.net.pl)
Selasa, 7 Mei 2013 08:50:02
a auto insurance agd levitra 61888 free car insurance quotes cnt viagra %((( cheap car insurance pplzj car insurance quotes 5041 cheap auto insurance wfby
6. EXVIKDYNMZMKQRIRDS (marketing@wybusiness.org)
Kamis, 25 Apr 2013 05:08:42
viagra xanax =-( car insurance quotes =OOO cialis ztna free car insurance quotes =] cheap car insurance 279 online viagra 8D car insurence >:]]
7. PLNELDBHGGSYSSXUN (service@paradeast.com)
Kamis, 25 Apr 2013 05:08:42
buy viagra uunxb cheapest auto insurance :-OOO discount auto insurance 868725 infinity auto insurance 52535 cialis kqwnv car insurance quotes =-OO
8. MPMGQWNPME (wakadanna2@hotmail.com)
Kamis, 25 Apr 2013 05:08:40
alternatives to viagra owokl cheap car insurance hsyan car insurance quotes 103124 cheapest car insurance vmlk cheap car insurance :-OOO
9. JGMKXXWLQRS (jblow@phas.ubc.ca)
Kamis, 25 Apr 2013 05:08:39
cialis pdf cialis 2000 new jersey car insurance >:-[[ cheap auto insurance ffufm online college 27577 cheap car insurance >:-((( new jersey car insurance 114
10. GVZLZWGRPHGC (yrkkdkwi@mxacrvxs.com)
Kamis, 25 Apr 2013 05:08:36
viagra 458090 cheap car insurance 3854 car insurance quotes 19943 cheap car insurance 8-O cheap car insurance >:-(((
Menampilkan data ke 1-10 dari 79 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 »

TULIS KOMENTAR
:
:
:
Verifikasi *:
 

*) : Harus diisi